Pendampingan Anak Autis melalui Program Sekolah Semu Sebagai Upaya Mewujudkan Pendidikan Inklusif di Yayasan Autis Mutiara Hati Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.53515/alhanun.v1i2.14Keywords:
pendidikan inklusif, autisme, Sekolah Semu, pendampingan, PARAbstract
Program “Pendampingan Anak Autis melalui Program Sekolah Semu sebagai Upaya Mewujudkan Pendidikan Inklusif di Yayasan Autis Mutiara Hati Surabaya” dilaksanakan untuk memberikan layanan pendidikan alternatif yang adaptif bagi anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan guru, mahasiswa, dan relawan sebagai mitra aktif dalam seluruh proses kegiatan. Melalui tahapan PAR, dimulai dari observasi awal, ditemukan bahwa anak-anak autis membutuhkan dukungan dalam stimulasi sensorik, komunikasi sosial, serta keterampilan akademik dasar. Temuan ini menjadi landasan penyusunan rencana program Sekolah Semu yang berfokus pada pembelajaran yang menyenangkan, terstruktur, dan sensitif terhadap kebutuhan individu anak. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari dengan berbagai aktivitas, seperti pengetahuan umum, berhitung, permainan kooperatif, kreativitas, storytelling, serta sesi regulasi emosi melalui seni dan gerak. Kegiatan storytelling dengan media boneka dan teknik ekspresif terbukti membantu meningkatkan fokus, imajinasi, dan keberanian anak dalam berinteraksi. Selain itu, aktivitas permainan dan kerja kelompok menunjukkan peningkatan partisipasi serta hubungan sosial antara anak dan pendamping. Penerapan prinsip-prinsip pembelajaran inklusif dan modifikasi perilaku sederhana turut membuka ruang bagi siswa untuk menunjukkan minat dan kemampuan mereka secara lebih alami. Tahap analisis dan refleksi menunjukkan bahwa kegiatan Sekolah Semu memberikan dampak positif tidak hanya pada perkembangan anak, tetapi juga pada pemahaman pendidik mengenai praktik pendidikan inklusif. Program ini mendorong kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, keluarga, dan relawan, sekaligus memperlihatkan bahwa strategi yang tepat dapat membantu anak autis memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Indikator keberhasilan kegiatan tercapai melalui keterlibatan aktif peserta, kesesuaian materi dengan kebutuhan anak, dan terlaksananya kegiatan secara optimal.



