Pemberdayaan Komunitas Ustad dan Ustadzah TPQ Fathurrahman Berbasis Olahan Tahu Goreng di Desa Sumberpakem Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember
DOI:
https://doi.org/10.53515/alhanun.v2i1.22Keywords:
Asset Based Community Development (ABCD), pemberdayaan masyarakat, aset lokal, tahu crispy, kemandirian ekonomi.Abstract
Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas ustad dan ustadzah TPQ Fathurrahman di Desa Sumberpakem, Kecamatan Sukowono, melalui pengembangan potensi lokal berbasis aset yang tersedia di lingkungan masyarakat. Salah satu aset unggulan yang dimiliki komunitas tersebut adalah ketersediaan tahu goreng sebagai produk khas yang berasal dari sentra industri tahu di sekitar lokasi TPQ. Namun, produk tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Kegiatan pemberdayaan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada identifikasi, pemanfaatan, dan pengembangan aset lokal yang dimiliki masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengolahan tahu goreng menjadi produk tahu crispy mampu meningkatkan nilai tambah produk baik dari aspek kualitas maupun nilai jual. Jika sebelumnya satu bungkus tahu goreng dijual dengan harga Rp5.000, setelah dilakukan inovasi pengolahan, produk dapat dikemas menjadi empat bungkus tahu crispy dengan harga Rp3.000 per bungkus sehingga menghasilkan total nilai penjualan sebesar Rp12.000. Selain meningkatkan nilai ekonomi produk, program ini juga mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi, kreativitas, serta kapasitas kewirausahaan komunitas ustad dan ustadzah TPQ Fathurrahman. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan ABCD efektif dalam mengoptimalkan potensi aset lokal sebagai strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.



